KARAKTERISTIK MORFO-ANATOMI DAN FISIOLOGI DAUN Hibiscus liliaceus L. PADA INTENSITAS CAHAYA BERBEDA DI PANGANDARAN

Penulis

  • Bella Salsabila Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Padjadjaran Penulis
  • Tia Setiawat Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Padjadjaran Penulis

Kata Kunci:

Flavonoid; Hibiscus tiliaceus L; intensitas cahaya; klorofil; morfo-anatomi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan intensitas cahaya terhadap karakteristik morfo-anatomi, kandungan klorofil, serta menguji keberadaan flavonoid pada daun waru (Hibiscus tiliaceus L.) di dua lokasi dengan kondisi pencahayaan berbeda, yaitu kawasan terbuka (pesisir Pantai Barat) dan ternaungi (Taman Wisata Alam Pangandaran). Pengambilan sampel dilakukan secara purposif dengan tiga kali pengulangan. Sampel daun diambil masing-masing sebanyak 3 helai dari percabangan yg berbeda pada setiap pohon waru di kedua area tersebut. Penelitian menggunakan desain mixed methods dan dianalisis secara deskriptif. Parameter morfologi (lebar, luas, dan ketebalan daun) diukur secara langsung, anatomi stomata diamati menggunakan metode replika, kadar klorofil diukur dengan chlorophyll meter, dan uji flavonoid dilakukan secara kualitatif dengan reagen HClMg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas cahaya berpengaruh signifikan terhadap karakteristik daun Waru. Daun yang tumbuh di area dengan intensitas cahaya tinggi (Pantai Barat) memiliki ukuran morfologi yang lebih besar, yaitu lebar daun 20,9 cm, luas daun 339,8 cm², dan ketebalan 0,53 mm, dibandingkan dengan daun di area intensitas cahaya rendah (TWA). Secara anatomi, stomata pada kedua lokasi bertipe parasitik, namun kerapatan stomata lebih tinggi di daerah terbuka (371,97 sel/mm²) daripada di daerah ternaungi (173,25 sel/mm²). Sebaliknya, kadar klorofil justru lebih tinggi di lokasi ternaungi (14,65 CCI) dibandingkan lokasi terbuka (11,75 CCI). Hasil uji fitokimia secara kualitatif terhadap daun Waru positif mengandung senyawa flavonoid, yang ditandai dengan perubahan warna menjadi jingga. 

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-03