PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP KLOROFIL, FITOKIMIA, DAN STOMATA DAUN Rhizophora mucronata DI PANGANDARAN
Keywords:
Fitokimia; Intensitas cahaya; Klorofil; Rhizophora mucronata; StomataAbstract
Desa Bojong Salawe, Pangandaran, memiliki keanekaragaman jenis mangrove, salah satunya adalah Rhizophora mucronata. Spesies ini memiliki peran ekologis, ekonomis, serta potensi bioaktif sebagai antibakteri, antijamur, dan antikanker. Penelitian ini bertujuan membandingkan kandungan klorofil, senyawa fitokimia, dan karakteristik stomata daun Rhizophora mucronata di Pangandaran berdasarkan perbedaan intensitas cahaya. Metode yang digunakan adalah metode campuran dengan pendekatan kualitatif pada skrining fitokimia dan tipe stomata serta pendekatan kuantitatif pada kandungan klorofil dan kerapatan stomata. Kandungan klorofil diukur menggunakan Chlorophyll Meter CCM-200, karakteristik stomata diamati melalui metode replika, dan uji fitokimia dilakukan secara kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa daun ternaungi memiliki kerapatan stomata sebesar 81,55 stomata/mm2 dan kandungan klorofil sebesar 681,63 μg/cm2, sedangkan daun tidak ternaungi memiliki kerapatan stomata sebesar 91,7 stomata/mm2 dan kandungan klorofil sebesar 582,240 μg/ cm2. Uji fitokimia menunjukkan daun Rhizophora mucronata yang ternaungi dan tidak ternaungi positif mengandung alkaloid, tanin, dan kuinon, tetapi hanya daun ternaungi yang positif mengandung saponin. Berdasarkan hasil penelitian, intensitas cahaya mempengaruhi adaptasi morfologi, fisiologi, dan kandungan kimia daun Rhizophora mucronata. Penelitian ini penting untuk memahami respon adaptif tanaman mangrove terhadap lingkungan dan potensi senyawa bioaktifnya.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fariha Maulida, Rusdi Hasan (Penulis)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.