STUDI FENOMENOLOGI: MAKNA PENGALAMAN SEORANG GURU BIOLOGI DALAM PENERAPAN DEEP LEARNING DI SMA NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN

Penulis

  • Nitya Ilmi Hasibuan Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan, Medan Sumatera Utara Penulis
  • Fadilla Turrahmah Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan, Medan Sumatera Utara Penulis
  • Nathasya Inneke Aritonang Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan, Medan Sumatera Utara Penulis
  • Widia Ningsih Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan, Medan Sumatera Utara Penulis

Kata Kunci:

Deep learning, Fenomenologi, Pengalaman guru biologi, Pembelajaran bermakna.

Abstrak

Pembelajaran Biologi tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep, tetapi juga pada proses memahami dan mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan nyata. Dalam praktiknya, setiap guru memiliki pengalaman unik dalam menerapkan berbagai pendekatan pembelajaran yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa. Salah satu pendekatan yang menuntut pemahaman konseptual yang mendalam serta pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif adalah pendekatan deep learning. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna pengalaman seorang guru Biologi dalam menerapkan pendekatan deep learning di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, yang berfokus pada pengalaman subjektif guru dalam konteks pembelajaran nyata. Data dikumpulkan melalui wawancara semi- terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik open coding, axial coding, dan selective coding untuk menemukan tema utama penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memaknai deep learning sebagai proses pembelajaran yang menekankan pemahaman konseptual, keterlibatan aktif siswa, serta pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Guru menerapkan strategi seperti pembelajaran berbasis proyek, diskusi kolaboratif, dan penggunaan media konkret. Meskipun menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu, fasilitas, dan kesiapan siswa, guru berupaya mengatasinya melalui improvisasi media, kolaborasi sejawat, dan refleksi profesional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penerapan deep learning tidak hanya bergantung pada dukungan sekolah, tetapi juga pada pengalaman guru dalam memahami karakteristik siswa, beradaptasi dengan keterbatasan fasilitas dan kondisi pembelajaran, serta menunjukkan refleksi, kreativitas, dan komitmen profesional dalam menciptakan pembelajaran Biologi yang bermakna.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-07