Bakteri Asam Laktat Berpotensi Probiotik Unggulan dari Makanan Fermentasi Tradisional Naniura Berbahan Dasar Ikan Mas (Cyprinus carpio Linnaeus, 1758)
Kata Kunci:
Bakteri Asam Laktat, Cyprinus carpio, Metagenomik, Naniura, Probiotik.Abstrak
Naniura merupakan makanan fermentasi tradisional khas Batak berbahan dasar ikan mas (Cyprinus carpio Linnaeus, 1758) yang diolah melalui proses fermentasi menggunakan bumbu dapur khususnya asam jeruk. Proses unik ini menciptakan ekosistem mikroba yang berpotensi sebagai sumber probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil metagenomik Naniura dan melakukan studi literatur untuk mengidentifikasi Bakteri Asam Laktat (BAL) yang berpotensi sebagai probiotik unggulan. Analisis metagenomik diakukan menggunakan Oxford Nanopore Technologies 16S Full Length Metagenomic Sequencing. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan daftar bakteri hasil metagenomik terhadap kriteria probiotik standar FAO/WHO, mencakup ketahanan fisiologis, keamanan (status GRAS), dan fungsionalitas yang dilaporkan. Hasil analisis menunjukkan dominasi BAL dalam komunitas mikroba Naniura. Jenis BAL Lactiplantibacillus plantarum dan Levilactobacillus brevis terindikasi lebih unggul sebagai kandidat probiotik. Studi literatur mengonfirmasi bahwa banyak strain dari kedua spesies ini memiliki rekam jejak yang kuat dalam meningkatkan kesehatan pencernaan, memodulasi sistem imun, dan menghasilkan senyawa antimikroba. Kehadiran L. plantarum dan L. brevis dalam lingkungan asam ekstrem naniura secara inheren menunjukkan sifat tahan asam yang superior sebagai salah satu prasyarat utama probiotik. Genus fungsional lain seperti Enterococcus, Leuconostoc, Lactococcus, dan Weissella juga teridentifikasi, yang berkontribusi pada pembentukan rasa dan biopreservasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Naniura merupakan reservoir yang sangat menjanjikan untuk isolasi strain BAL probiotik unggulan yang telah teradaptasi pada kondisi asam ekstrem. Penelitian lebih lanjut melalui isolasi dan karakterisasi in vitro diperlukan untuk memvalidasi potensinya sebagai kultur starter standar guna meningkatkan keamanan dan nilai fungsional Naniura.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Teresia Junetti Rajagukguk, Eko Prasetya (Penulis)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.