Kultur Jaringan Tanaman Petai (Parkia speciosa): Upaya Pelestarian dan Perbanyakan Tanaman Lokal Bernilai Ekonomi

Penulis

  • Ratna Dewi Munthe Universitas Negeri Medan Penulis

Kata Kunci:

Parkia speciosa, Kultur Jaringan, Tanaman Lokal, Petai, Pelestarian.

Abstrak

Tanaman petai (Parkia speciosa) merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang memiliki nilai ekonomi dan sosial tinggi, terutama di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Permintaan pasar terhadap petai terus meningkat, namun produktivitas tanaman ini tergolong rendah akibat teknik perbanyakan konvensional yang lambat serta keterbatasan lahan dan bibit unggul. Selain itu, eksploitasi berlebihan dan alih fungsi lahan turut mengancam kelestariannya. Oleh karena itu, teknologi kultur jaringan menjadi salah satu solusi potensial untuk memperbanyak tanaman petai secara massal dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan protokol awal kultur jaringan petai yang dinamakan kultur embrio melalui eksplan kotiledon dan hipokotil dari benih steril menggunakan media Ms. Eksplan ditanam pada medium Murashige and Skoog (MS) dengan penambahan zat pengatur tumbuh seperti Benzyl Amino Purine (BAP) dan Naphthalene Acetic Acid (NAA) dengan konsentrasi yang divariasikan. Parameter yang diamati meliputi pembentukan kalus, regenerasi tunas, dan pertumbuhan akar. Hasil awal menunjukkan bahwa kombinasi BAP 2 mg/L dan NAA 0,5 mg/L memberikan respon terbaik dalam pembentukan kalus dan inisiasi tunas. Kultur jaringan petai adalah teknik perbanyakan tanaman petai secara aseptik di media kultur steril yang mengandung nutrisi dan hormon tumbuh tertentu. Metode ini bertujuan untuk mendapatkan tanaman petai yang seragam, bebas penyakit, dan dapat diperbanyak dalam jumlah besar dalam waktu relatif singkat. Kultur jaringan petai sangat bermanfaat untuk konservasi sumber daya genetik, perbanyakan tanaman unggul, dan mendukung program rehabilitasi tanaman petai yang produktif.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-04