PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA REMAJA PUTRI
Kata Kunci:
Anemia, Remaja, Pengetahuan, Sikap, Perilaku.Abstrak
Prevalensi anemia pada rmaja putri masih tergolong tinggi. Upaya penanggulangan anemia telah dilakukan oleh puskesmas bekerja sama dengan UKS akan tetapi belum mampu menekan prevalensi anemia pada remaja putri. Penyebab anemia pada remaja diduga disebabkan rendahnya pengetahuan, sikap yang negatif dan perilaku pencegahan yang kurang. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya penelitian yang bertujuan mendeskripsikan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku dalam mencegah anemia. Metode penelitian dilakukan secara survei observasional dengan pendekatan crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri di SMAI Kepanjen, sampel diambil secara acak sejumlah 51 orang. Rerata pengetahuan sebesar 57,69 dengan standar deviasi 16,53. Pengetahuan yang kurang baik sebesar 61%. Sikap remaja putri sebagian besar (84,3%) kurang baik dalam mencegah anemia. Perilaku mencegah anemia tergolong baik hanya 30%. Sebagian besar remaja putri (60,8%) kurang memiliki perilaku yang patuh dalam mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD). Hal ini dikarenakan remaja tidak menyukai bau dan rasa TTD, amis, efek samping pusing, mual. Gambaran pengetahuan, sikap dan perilaku di SMAI tergolong rendah, dikarenakan sekitar 44% remaja putri belum mendapatkan informasi tentang anemia dan upaya pencegahannya. Upaya meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku perlu ditingkatkan dengan adanya pendidikan pencegahan anemia.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Yahmi Ira Setyaningrum, Irma Wulandari (Penulis)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.